Sabtu, 13 Agustus 2011

Dibawah Kesadaran Diriku

Berawal dari si dia yang datang terlambat saat perkuliahan. Setiap mata kuliah itu selalu aku perhatikan. Pertamanya hanya iseng-iseng, ternyata malah kecantol juga aku pada dirinya. Sepertinya dia punya aura yang berbeda dari yang lain. Dari cara memandang, bicara, sampai gerak-geriknya.

Kamis demi kamis aku menanti kehadirannya. Menunggu ia menyapa diriku. Faktanya, dia tidak mengenalku, sedih rasanya. Satu semester berlalu begitu saja. Aku masih berharap akan bisa bertemu dan dekat dengan dirinya.

Tiba di penghujung semester dua, setelah enam bulan hanya bisa memandangnya. Alhamdulillah bisa dipertemukan lagi dengan dirinya pada lain tempat dan situasi. Seneng bisa kenalan sama dia, walaupun sudah tahu sebelumnya, hehehe. Menginap tiga hari bersama dia, uuuuuu rasanya pengen terbang melayang saat itu, hehehe.

Memasuki kuliah dan sebuah ukm yang Alhamdulillah masih murni ini, ternyata kami dimasukkan dalam satu kepengurusan. Senangnya bisa bertemu dia terus, hahahaii. Kepengurusan terus berlanjut, bareng satu hari piket juga, hari Jumat, tambah asik deh, ihiiiyy.

Aku yang suka berbincang dengannya tentang mata kuliah yang sama. Dia butuh bantuan, aku bantu. Dia butuh buku, aku pinjamkan. Dia butuh absen, aku absenkan. Dia butuh tugas untuk lulus mata kuliah itu, aku bantu mengerjakannya. Dia hanya membalas dengan ucapan, "terima kasih nurul, jadi orang terlalu baik banget, jadi bingung mau balas dengan apa". Oke, engga masalah, kita saling tolong menolong.

Lama kelamaan kok dia seperti memanfaatkan aku yah. Dari mengerjakan tugas, sampai absen. Emang sih bisa bantu dia untuk lulus, tapi tidak begitu juga kali yah caranya. Sungguh, aku tidak menyadari semua ini. Aku senang membantu dia, tapi bagaimana dia padaku?

Aku mulai mengetahui bahwa ada seorang wanita yang menjadi pilihan hatinya. Ada sisi yang berbeda dari dirinya ketika melihat gadis itu. It's ok, itu tidak membuatku patah semangat untuk membantunya. Saat menjelang uas, kita barter tugas. Aku melihat hasil tugasnya, tidak sesuai dengan yang aku inginkan. Akhirnya, aku mencari sendiri tugas itu. Dan dia pun hanya menerima tugas yang telah aku kerjakan dengan sedikit copas dan pendapat, tanpa pemikiran yang jauh, hehehe agak curang dikit.

Alhasil, detik-detik kepengurusan ukm berakir, tibalah saatnya dia menyatakan cinta dan perasaannya pada gadis pujaan hatinya. Sungguh tidak menyangka, dia melakukannya. Lalu yang selama ini aku lakukan untuknya itu dianggap apa? Sakit rasanya melihat itu semua. Dan yang lebih lagi aku mendokumentasikan momen itu yang seharusnya aku tunggu untuk kebahagiaanku, berubah menjadi kesedihan.

Aku tak menyangka, semua ini terjadi dibawah kesadaran diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar